Berapa Penjualan Minimal Sehari agar Usaha Tidak Rugi? Kebanyakan Pemilik Tidak Tahu Angkanya
Ada satu angka yang menentukan apakah hari ini Anda bekerja untuk diri sendiri atau untuk membayar sewa. Sebagian besar pemilik usaha kecil tidak pernah menghitungnya, dan sistem yang membuatnya terlihat setiap hari.
Coba jawab satu pertanyaan ini tanpa membuka catatan apa pun: berapa rupiah yang harus masuk ke kasir hari ini supaya usaha Anda tidak rugi?
Bukan omzet rata-rata. Bukan "biasanya sekian". Angka minimalnya. Titik di mana seluruh biaya hari itu sudah tertutup, dan setiap rupiah setelahnya baru menjadi keuntungan.
Sebagian besar pemilik usaha kecil tidak bisa menjawabnya dalam lima detik. Bukan karena tidak peduli, melainkan karena angka itu memang tidak pernah dihitung. Padahal inilah angka paling penting yang menentukan apakah hari ini Anda sedang bekerja untuk diri sendiri, atau sedang bekerja untuk membayar sewa.
Angka yang namanya titik impas
Dalam buku akuntansi angka ini disebut titik impas. Di lapangan, cukup pahami begini: ada biaya yang tetap harus dibayar walau toko sepi, dan ada biaya yang baru muncul setiap kali ada yang terjual.
Biaya yang tetap itu misalnya sewa tempat, gaji karyawan, listrik, internet, dan cicilan peralatan. Jumlahkan semuanya untuk sebulan, lalu bagi dengan jumlah hari buka. Itulah beban yang harus ditanggung setiap hari, laku atau tidak laku.
Biaya yang muncul per penjualan adalah harga beli barang atau bahan, kemasan, dan ongkos antar. Yang tersisa setelah biaya ini dikurangi dari harga jual disebut margin kotor.
Titik impas harian adalah biaya tetap harian dibagi margin kotor rata-rata. Hasilnya adalah jumlah penjualan minimal yang harus Anda capai sebelum toko bisa dibilang untung hari itu.
Contohnya begini. Sebuah warung makan punya biaya tetap Rp 9 juta sebulan dan buka 30 hari, jadi bebannya Rp 300 ribu sehari. Margin kotor rata-rata per porsi Rp 6 ribu. Berarti warung itu harus menjual 50 porsi dulu setiap hari hanya untuk menutup biaya. Porsi ke-51 adalah porsi pertama yang benar-benar menghasilkan uang untuk pemiliknya.
Sebelum angka itu tercapai, semua keramaian di warung Anda sedang membayar orang lain: pemilik tempat, PLN, dan karyawan. Bukan Anda.
Kenapa angka ini jarang dihitung
Ada beberapa alasan yang hampir selalu sama:
- Biaya tetap tidak pernah dikumpulkan di satu tempat. Sewa dibayar setahun sekali, listrik lewat aplikasi, gaji dari dompet. Tidak ada yang pernah menjumlahkannya dalam satu baris.
- Margin kotor tidak diketahui per produk. Harga beli ada di nota supplier yang menumpuk, harga jual ada di kepala. Rata-ratanya tidak pernah dihitung. Kami pernah membahas soal ini di artikel produk terlaris belum tentu paling untung.
- Omzet hari ini baru diketahui besok, atau akhir bulan. Kalau penjualan dicatat sekali di malam hari, atau direkap seminggu sekali, tidak ada cara untuk tahu pukul tiga sore apakah hari ini sudah aman.
Akibatnya, pemilik usaha menilai hari dengan perasaan. "Hari ini ramai" dianggap untung. "Hari ini sepi" dianggap rugi. Padahal hari yang ramai dengan banyak diskon bisa saja belum menyentuh titik impas, dan hari yang sepi dengan pembelian besar bisa sudah melewatinya sejak siang.
Apa yang berubah kalau Anda tahu angkanya
Begitu angka minimal ini ada, cara memandang hari kerja ikut berubah.
Anda tahu pukul berapa biasanya titik impas tercapai. Kalau biasanya pukul dua siang dan hari ini pukul empat belum tercapai, Anda tahu ada yang perlu dilihat hari ini juga, bukan akhir bulan.
Anda tahu promo mana yang masih boleh. Diskon yang memangkas margin kotor otomatis menaikkan jumlah penjualan minimal. Dengan angkanya di tangan, Anda bisa menghitung apakah promo itu benar-benar menambah untung atau hanya menambah kesibukan.
Anda tahu kapan menambah karyawan terasa aman. Satu orang baru menambah biaya tetap harian, dan Anda bisa langsung menghitung berapa porsi atau berapa transaksi tambahan yang harus dikejar untuk membayarnya.
Anda juga tahu kapan harus khawatir, dan kapan tidak perlu. Tiga hari berturut-turut di bawah titik impas adalah sinyal nyata. Satu hari sepi di tengah minggu yang bagus bukan.
Di sinilah sistem berperan
Menghitung titik impas sekali di atas kertas itu mudah, dan sebaiknya Anda lakukan minggu ini juga. Yang sulit adalah menjaganya tetap benar dari hari ke hari, karena tiga bahan hitungannya terus berubah: harga beli naik, menu bertambah, karyawan datang dan pergi.
Sistem manajemen usaha mengerjakan bagian yang melelahkan itu. Setiap transaksi yang dicatat di kasir langsung dijumlahkan menjadi omzet hari ini. Setiap pembelian yang dicatat memperbarui harga beli, sehingga margin per produk ikut terbarui tanpa dihitung ulang. Biaya tetap cukup dimasukkan sekali sebulan.
Hasilnya, pertanyaan "hari ini sudah aman belum?" bisa dijawab dari layar ponsel pukul tiga sore, dari mana pun Anda berada, tanpa menunggu tutup toko dan tanpa menebak.
Yang perlu dicatat: sistem tidak membuat angkanya benar dengan sendirinya. Kalau penjualan sering diketik sebagai "lain-lain" atau pembelian tidak dicatat, titik impas yang ditampilkan ikut keliru. Kebiasaan mencatat tetap harus dibangun bersama tim. Soal itu ada di artikel kebiasaan kecil yang membuat pencatatan harian bertahan.
Latihan sepuluh menit untuk minggu ini
Sebelum memutuskan apa pun, lakukan ini dengan selembar kertas:
- Tulis semua biaya yang tetap harus dibayar sebulan walau toko sepi. Bagi dengan jumlah hari buka.
- Ambil lima produk yang paling sering terjual. Hitung kira-kira sisa dari harga jual setelah dikurangi harga beli dan bahan, lalu rata-ratakan.
- Bagi angka pertama dengan angka kedua. Itulah jumlah penjualan minimal Anda setiap hari.
- Besok, catat pukul berapa angka itu tercapai.
Kalau langkah kedua membuat Anda ragu, atau langkah keempat ternyata tidak bisa dijawab karena penjualan baru direkap malam hari, itu tanda yang cukup jelas bahwa usaha Anda sudah layak memakai sistem.
Kami menyediakan sistem siap pakai untuk berbagai jenis usaha. Sistem Restoran menjumlahkan penjualan per menu sepanjang hari, Sistem Manajemen Warung menyimpan harga setiap kulakan sehingga margin barang selalu terbarui, dan Sistem Laundry menampilkan pemasukan harian begitu pesanan dicatat. Sebagian bisa dicoba dengan paket gratis, dan tim kami akan membantu lewat WhatsApp di awal. Lihat pilihan lainnya di halaman produk kami.
Foto sampul: Potret Pedagang di Pasar Tradisional oleh Dhita Gustiani, Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0.